Barikan, Tradisi dan Icon Wisata Budaya Karimunjawa

Barikan, Tradisi dan Icon Wisata Budaya Karimunjawa

Festival Barikan Kubro atau lebih dikenal dengan istilah Barikan merupakan tradisi yang sudah dilakukan oleh masyarakat Karimunjawa secara turun temurun. Barikan ini merupakan wujud syukur masyarakat Desa Karimunjawa atas hasil bumi dan laut.  Tradisi Barikan di Desa Karimunjawa Kecamatan Karimunjawa Kabupaten Jepara memiliki arti tersendiri bagi warga Desa Karimunjawa khususnya, menurut mereka tradisi barikan karimunjawa adalah sebagai bentuk wujud syukur dan berbagi kepada sesama makluk ciptaan Tuhan yang ada di laut karimunjawa.

Untuk itu, tumpengnya tidak hanya hasil bumi, nah beda kan dengan tradisi barikan di tempat-tempat lainnya, warga Karimunjawa tidak hanya menggantungkan hidupnya dari hasil bumi, tapi juga dari laut. Warga di kepulauan karimunjawa meyakini, makanan yang berada di tumpeng yang mereka arak, seperti hasil bumi dan laut, bisa membawa berkah bagi siapa saja yang mendapatkannya. Namun, yang paling jadi rebutan warga adalah kacang hijau dan garam yang ada di puncak tumpeng. “Garam dan kacang hijaunya nanti disebar keliling rumah untuk tolak balak. Selain wujud syukur, Barikan kali ini dimaksudkan untuk menyambut datangnya musim baratan.

Perkembangan wisata laut kepulauan karimunjawa yang sangat cepat dan hanya mengandalkan wisata laut / wisata alam membuat barikan adalah salah satu icon baru wisata budaya yang selama ini belum di garap secara maksimal. Selain hal tersebut kegiatan seperti ini juga bisa memper erat kerukunan antar masyarakat karimunjawa, yang merupakan satu kesatuan dan sama-sama berharap seluruh masyarakat Karimunjawa di berikan rejeki yang melimpah dan keselamatan selama musim baratan (musim angin dan ombak).

Wisata Budaya di karimunjawa tidak hanya pada tradisi Barikan, banyak sekali kegiatan masyarakat yang bisa di jadikan objek wisata budaya, untuk menambah dan menarik wisatawan untuk berkunjung ke karimunjawa, misalnya acara sedekah bumi, tradisi lomban, dan tradisi sunatan yang semua di laksanakan dengan tertata terprogram oleh masyarakat karimunjawa.